4 Trik Agar Anak Tidak Rewel dan Takut Saat Keramas




Aktivitas keramas bertujuan agar rambut serta kulit kepala menjadi bersih, akan tetapi terkadang beberapa balita enggan dan memilih menghindar ketika sudah tiba waktunya keramas. Pasalnya, busa shampo yang pedih membuat mereka takut. Kini anda bisa menggunakan MS Glow Kids Mild Shampoo serta menerapkan beberapa trik berikut, agar si kecil tidak rewel lagi.

Tips Agar Anak Mau Keramas

1. Gunakan Shower Hat

Jangan pernah memaksa si kecil untuk keramas, hal ini malah membuatnya takut alih alih menyukai aktivitas tersebut. Meski begitu anda juga tidak bisa membiarkannya begitu saja, karena kotoran yang menumpuk di kulit kepala dapat mendatangkan aroma tidak sedap bahkan membuat kepala gatal.

Jika masalah yang membuat anak enggan untuk keramas adalah karena busa yang pedih di mata, maka anda bisa meminta si kecil untuk mengenakan shower hat. Penggunaan shower hat ini bisa menghalangi busa maupun air mengenai mata. Di samping itu, MS Glow Kids Baby Mild Shampoo tidak pedih di mata sehingga aman untuk anak.

2. Jangan Terlalu Sering

Apabila anak masih merasa takut, maka sebaiknya anda memulainya dengan perlahan. Tidak perlu memaksa, apalagi terlalu sering mengajak anak keramas. Yang penting si kecil sudah mulai tidak takut dengan aktivitas tersebut. Anda bisa meningkatkan frekuensi keramas sesuai dengan mood si kecil, hingga nantinya menjadi hal yang rutin.

3. Melakukan Beberapa Permainan

Sembari keramas dengan menggunakan MS Glow Kids Mild Shampoo, buatlah aktivitas ini menjadi lebih menyenangkan agar si kecil tidak lagi menganggapnya sebagai hal menakutkan. Di sini anda bisa melakukan beberapa permainan air, misalnya gelembung sabun atau bermain pistol air untuk mengalihkan perhatiannya agar asyik bermain ketika anda mengeramasinya.

4. Biarkan Anak Mencuci Rambutnya Sendiri

Agar anak tidak trauma untuk keramas, maka izinkan ia untuk mengontrol serta mencuci rambutnya sendiri. Bahkan membiarkan anak mencuci rambutnya sendiri bisa menjadi trik jitu. Sebab dengan mengambil peran, si kecil menjadi ikut senang dan merasa nyaman dengan pekerjaan tersebut.



Itulah beberapa trik yang bisa anda lakukan untuk membuat anak mau keramas. Tentunya menghadirkan produk dengan kandungan alami terbaik seperti MS Glow Kids Baby Mild Shampo, akan membuat aktivitas ini lebih berkualitas. Shampo dari MS Glow Kids sendiri bisa anda dapatkan dengan cara memesan melalui https://www.mskids.co.id/

Alasan Harus Menonton Web Series 7 Hari Sebelum 17 Tahun

 

Selama masa pandemi, banyak orang yang mengisi aktivitasnya dengan menonton film agar tidak bosan saat di rumah saja. Salah satu tayangan yang bisa dinikmati yaitu 7 HariSebelum 17 Tahun melalui layanan streaming STRO. Web series ini memberikan banyak edukasi pada penontonnyatentang aksi bullying. Seperti apa keseruan serial tersebut? Simak ulasannya disini!


Mengangkat Isu Bullying yang Masih Sering Terjadi Di Sekolah Sekolah 

7 Hari sebelum 17 Tahun merupakan salah satu tayangan yang mengisahkan tentang potret kehidupan siswa SMA. Mereka dihadapkan dengan berbagai lika-liku kehidupan dalam lingkungan sekolah. Di sini, para siswa tidak selalu menemukan solusi yang tepat dalam permasalahannya. Sehingga mengakibatkan beberapa siswa kehilangan percaya diri dan depresi.
Sebagian besar tema yang diangkat dalam tayangan ini yaitu isu bullying. Serial 7 hari Sebelum 17 Tahun berusaha untuk memberikan edukasi pada penontonnya bahwa perundungan menjadi hal yang perlu diberantas. Dengan begitu, tidak ada lagi korban yang dirugikan. Sebab, hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan juga masa depannya.


Untuk menyaksikan tayangan tersebut, Anda bisa langsung mengaksesnya melalui aplikasi STRO. Aplikasi canggih ini menyediakan berbagai film dengan jalan cerita yang dikemas secara menarik kepada para penontonnya. Salah satu yang bisa dinikmati di layanan streaming ini yaitu 7 Hari Sebelum 17 Tahun. Serial ini bisa ditonton dengan berlangganan mulai dari 10 ribuan saja. STRO adalah Media /Platform OTT/Video On Demand yang berbasis SUBSCRIBE/LANGGANAN (SVOD) yang merupakan aplikasi ORIGINAL dari Indonesia. STRO berada di bawah STROWORLD Holding Company yang berdiri sejak tahun 2009. Cukup berlangganan 10 ribu untuk layanan satu bulan full dan anda bisa menikmati serial 7 hari sebelum 17 tahun dan film keren lain yang ada di STRO. Oh ya, jika anak-anak ingin menonton serial di STRO disarankan untuk didampingi orang dewasa atau orang tua.

Menggandeng Lembaga Psikologi Terintegrasi Biometric Indonesia

Dalam memberikan edukasi STRO tidak setengah-setengah, sebab layanan ini juga menggandeng lembaga psikologi terintegrasi bernama Biometric Indonesia. Diharapkan dengan adanya lembaga ini para korban bullying bisa sharing tentang keluhannya. Dengan begitu, tidak ada lagi korban perundungan yang depresi dan kehilangan percaya diri karena mereka bisa menemukan jalan keluarnya.

Melalui tayangan di STRO ini diharapkan juga dapat meningkatkan kesadaran kepada masyarakat bahwa bullying dapat mempengaruhi kesehatan mental pada korbannya. Bersama dengan Biometric Indonesia, web series 7 Hari Sebelum 17 Tahun mendukung upaya untuk memberantas aksi bullying. Bagi yang ingin melakukan konsultasi bisa menghubungi nomor 0812-1896-2802.






Ikutan FlashBlogging?? Apaan tuh 😎

Ikutan acara FlashBlogging ini aslinya karena penasaran sama dunia tulis menulis di dunia maya. Apalagi lokasinya dekat di Aria Gajayana Hotel.  Abis tugas rutin ngojek anak-anak ke sekolah, aku meluncur ke lokasi. 

Begitu masuk agak *awkward * juga sih, kok banyak muka-muka muda  😎.  Untung ada Jeng Syahrini yang nemenin biar gak salah tingkah hehehe.  Pokok gak ngedabrus ae yo cyiin  😁. 

Sharing pertama dari mbak Mira Sahid dengan pengalamannya sebagai blogger dan founder emak blogger. Wah ada juga ya komunitas emak blogger #kudet. 

Dear blogger, you are what you write. Think before you post. Bener banget quote ini. Karena sebebas apapun isi tulisan kita jangan sampai lah merugikan orang lain. Apalagi menulis berita hoax yang gak bisa dipertanggungjawabkan. Semakin banyak manfaat tulisan kita buat orang lain insyaAlloh kita dapat pahala kok. Ciptakan manfaat bukan nambah dosa ✌️. 



Sesi kedua diisi pak Andoko Darta dari Tim Komunikasi Presiden yang membuat feature sudut istana. Diwakili teman dari Aceh dan Papua yang menggambarkan keragaman Indonesia dan betapa luasnya negeri ini. Beberapa video yang ditayangkan membuat aku bersyukur dengan kehidupan di Jawa. Bayangkan perjuangan teman-teman di luar Jawa yang aksesnya terbatas untuk mendapatkan bahan bakar dan listrik. Disini? Semua tersedia. 😪. 


Nah, ini dia yang menarik. Peserta termuda dan tertua mendapat payung Jokowi #envy.  Ikutan kuisnya juga gak lolos. Duh, emang belum rejeki mbakyu 😄. 



Waktu istirahat pun tiba #hore 😋.  Sambil menikmati hidangan kita dimanjakan dengan pemandangan kota Malang dari ketinggian.  Perut kenyang #alhamdulillah lanjut sholat Dhuhur dulu ya. Labjut sesi foto di kolam renang wkwkkwkw. 


Suasana jadi lebih serius setelah istirahat, karena ada lomba penulisan blog yang hadiahnya fresh money. Gak disebutkan sih jumlahnya tapi semua pasti mau dong uang 😙.

Bahkan ada yang asik blogging sambil gedong anak.. #saluuuut


Jangan lupakan peran supporting team urusan perut yang ikut juga sibuk menyiapkan jajanan buat peserta



Akhirnya tulisan ini pun harus diposting segera. Karena waktu kurang 7 menit sodara-sodara 😘😘😘😘😘






Pengalaman WOW melatih rajut di Bromo 😁😁😁






Sedikit nostalgia ah ..Kejadiannya sudah lama sih, hampir 6 tahun yang lalu. Tapi masih berkesan banget buat aku sampai sekarang. Lanjut ye ke ceritanya :)

Waktu itu tahun 2012,  sekitar 5 bulan setelah melahirkan ketika ada sms dari seorang kenalan di Jakarta. Dia mengabarkan kalau ada temannya dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ingin mengadakan pelatihan merajut di daerah Bromo selama 2 hari dan  menawarkan aku dan teman-teman  milis mari  merajut di Jatim untuk mengajar disana. Wah  kesempatan emas pikirku, karena terus terang aku belum pernah ke Bromo . Menyelam sambil minum air lah  hehehe. Singkat cerita aku ambil kesempatan itu.

Setelah persiapan selama sebulan untuk nego biaya, persiapan alat bahan dan materi akhirnya hari H pun tiba. Di hari pertama kami berangkat dari Surabaya menuju Tosari Pasuruan. Tim hari pertama adalah mbak Thata, mbak Neni, mbak Ririk dan aku. Perjalanan ditempuh kurang lebih 2,5 jam melewati pemandangan yang hijau dan udara segar. 
Alhamdulillah perjalanan lancar dan gak macet seperti sekarang >.<

Sambil berjalan ke ruangan acara di balai desa kami agak tertegun melihat sekumpulan bapak-bapak yang duduk di dalam. Masak pesertanya laki-laki ? ah, bukan kali ya. Itu acaranya beda mungkin. Tapi kok panitia dari Dinas Pariwisata mempersilakan masuk di ruangan itu ya #berpikirkeras.

Daaaaaaaan terjawablah teka teki itu #senyumsimpul, ada miskomunikasi antara pak Kepala Desa dengan tim Dinas Pariwisata setempat tentang peserta pelatihan. Pihak setempat tidak tahu kalau materinya tentang merajut hihihihi.. but, the show must go on. Untunglah materi yang kami ajarkan adalah knitting dasar jadi bapak-bapak oke aja kalau mau belajar. Toh di luar negeri banyak juga perajut laki-laki :D. 

Peserta pelatihan kebanyakan adalah supir jip hardtop yang biasa mengantar wisatawan ke Gunung Bromo. Kalau dilihat dari tampang kayaknya pesimis bisa ngerjakan knitting. Ada yang bertato, ada yang rambutnya  gondrong, ada juga yang pakai anting. But, don't judge the books by its cover. Buktinya kebanyakan malah cepat bisa dan menemukan sendiri style nya. Kami mengajarkan teknik english tapi ada sekitar 2-3 orang yang pakai teknik continental..Keren kan? #bangga

Liat deh beberapa foto di bawah ini.....

Di tengah peserta pelatihan


Asyik merajut


Pelatihan kali ini penuh perjuangan juga sebenarnya. Selain harus meninggalkan anak-anak di rumah neneknya, ada masalah lain yang lumayan bikin badan panas dingin. Jadi, karena masih 5 bulan lalu melahirkan  maka produksi ASI masih di periode banyak-banyaknya dan selama seharian gak bisa dikasihkan ke si kecil. Wah kalo ditanya rasanya ya gak karu-karuan rasanya .. Di tengah acara terpaksa ijin keluar untuk tindakan emergency #yangibu-ibutaulahmaksudnya :P

Setelah 6 jam acara pelatihan beberapa peserta bisa menyelesaikan syal knitting yang menjadi materi pelatihan kali ini. Lumayan lah untuk pemula, TOP!!! Tujuan dari pemerintah adalah agar warga setempat bisa membuat suvenir oleh-oleh buatan penduduk lokal . Karena selama ini mereka kulakan produk jadi dari kota Malang dan sekitarnya.

Saatnya pulang..duh rasanya masih pengen lama disini. Sayangnya kami memutuskan tidak menginap disini karena sesuatu dan harus pulang. Besok masih ada sesi 2 pelatihan di sisi lain kawasan wisata Gunung Bromo.. Fighting!!!!


Hari kedua kami berangkat di jam yang sama dari Surabaya. Kali ini ada perubahan tim yaitu mbak Thata, mbak Neni, mbak Nusanti dan aku. Mbak Ririk tidak bisa ikut karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Lokasi yang kami tuju adalah desa Ngadisari Probolinggo. Di sepanjang perjalanan di kawasan menuju  lokasi kedua lebih didominasi perkebunan sayur warga. Agak sedikit berbeda denga hari sebelumnya yang lebih banyak pepohonan. 

Peserta di desa Ngadisari lebih didominasi oleh perempuan, tapi ada juga bapak-bapak yang ikut pelatihan ini. Dan peserta disini lebih antusias dengan materi pelatihan. Mereka lebih banyak bertanya tentang teknik dan bahan apa saja yang sebaiknya dipakai, bagaimana cara mendapatkannya dll. Dan memang akhirnya lebih banyak yang menyelesaikan proyek syal knitting ini dibandingkan di desa Tosari. Pun, pihak pemerintahnya juga lebih perhatian ke acara ini baik dari perwakilan pemerintah desa setempat sampai perwakilan pemerintah Kabupaten Probolinggo. Alhamdulillah acara hari kedua pun berjalan lancar.


foto bareng peserta pelatihan

membantu peserta belajar knitting :)

Sebenarnya desa Ngadisari ini dekat sekali dengan lokasi wisata Gunung Bromo, tapi sayangnya aku belum berkesempatan melihat-lihat kesana. Bahkan sampai hari ini belum ada kesempatan ke Bromo lagi #curcol.





Pemandangan di depan gedung pertemuan. Adem ya liatnya



Yah, sekilas pengalaman dua hari di kawasan Gunung Bromo ini hanya sebagian dari ingatan yang tersisa.. Dulu mau nulis pengalaman ini pending terus hehehe..

Wish i could go there again..Amiiin..

#update 2019..akhirnya sudah kesanaa horee

Granny Jacket for Fattan



This is my nephew from Makasar. He's wearing granny jacket i made just for him. 

CAL in Thalenta Page


I joined CAL at Thalenta Page in Facebook this month. CAL for May is making a doily.
 I love it for the first time i saw it. So classic.

This is it :








Material :
Thalenta's Cotton Mercherized
Hook no 3


Little Red Dress



I love 3 D grape in the bottom of  this dress. I made once for Talaa in 2008. This time i make it again for my friend's  daughter. You can buy the pattern at ravelry





Material :
Thalenta's Sosty Cotton
Hook no 6

My Blog List

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Powered by Blogger.